“Saat ini terjadi perbedaan harga sesuai spesifikasi. Tertinggi di angka 143, itu khas dalam. Tapi bagaimana kemudian dengan CL 5 gitu kalau kita bilang ya, kalau perlemakannya hanya 5%, itu di bawah 100 ribu,” jelas Eliawati.
Sebagai bagian dari strategi stabilisasi, Pemprov DKI memperluas akses distribusi pangan murah agar lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Nah, satu lagi yang sekarang ini sudah kita lakukan, distribusi pangan murah kita sudah di 197 titik. Sehingga memudahkan masyarakat Jakarta untuk mendapatkan daging,” tandasnya.(Sofian)
