Sebagai praktisi pertanian bersertifikat BNSP, Haryatie Sarie menekankan pentingnya memulai aksi nyata dari lingkungan terdekat. Warga diajak untuk mengaplikasikan sistem Dutch bucket di halaman rumah maupun di area perkantoran, sehingga praktik budidaya dapat berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi kebutuhan rumah tangga.
Adapun pesan kunci yang disampaikan meliputi, pemanfaatan limbah jerigen dan galon mineral agar tidak terbuang sia-sia serta berkontribusi pada pengurangan sampah plastik. Kemudian terkait penggunaan sabut kelapa (cocopeat) sebagai media tanam yang efisien dalam penggunaan air dan ramah lingkungan. Dan terakhir adalah pemenuhan kebutuhan dapur melalui budidaya sayuran segar hasil tanam sendiri.
Melalui inovasi Dutch bucket berbasis cocopeat ini, Politani Samarinda menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat. Sinergi antara akademisi dan warga menjadi benang merah dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis kepedulian lingkungan. (tim)

