IPOL.ID – Dalam kondisi ketegangan saat ini antara Israel dan Republik Islam Iran, situasinya telah mencapai titik kritis. Apa yang dulunya merupakan serangkaian bentrokan regional kini telah meningkat menjadi pertahanan tiga arah yang canggih bagi Iran melawan ancaman Israel.
Hal ini terjadi melalui “pengganda kekuatan” China dan Rusia yang dapat menetralkan keunggulan taktis Barat yang paling ampuh: siluman dan akurasi.
Akhir dari Invasi Tak Terlihat
Perkembangan paling signifikan adalah pengerahan radar pengawasan jarak jauh 3D YLC-8B China. Ini bukan sekadar langkah kosmetik; melainkan ancaman mendasar terhadap doktrin taktis angkatan udara Israel dan Amerika.
Sistem ini beroperasi pada frekuensi UHF dan menggunakan prinsip-prinsip fisika untuk membuat kemampuan siluman pesawat generasi kelima terbaru, seperti F-35 Lightning II, menjadi tidak relevan.
YLC-8B memiliki jangkauan deteksi lebih dari 350 kilometer untuk pesawat siluman, memberikan Iran kesempatan penting untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman Israel.
