Perkembangan paling signifikan adalah pengerahan radar pengawasan jarak jauh 3D YLC-8B milik China. Ini bukan sekadar langkah kosmetik; melainkan ancaman mendasar terhadap doktrin taktis angkatan udara Israel dan Amerika.
Meskipun Rusia akhirnya meresmikan perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif pada awal tahun 2026, hubungan tersebut tetap berada di “Tier 2” dibandingkan dengan kemitraannya dengan Minsk atau Delhi.
Akibatnya, Iran beralih ke China sebagai “penyedia solusi total”. Sebagai imbalan atas minyak mentah Iran yang dijual dengan “diskon besar” sebesar USD10-15 per barel, China telah mempercepat pengiriman HQ-9B, sistem pertahanan udara jarak jauh, dan radar YLC-8B.
“Pergeseran Iran ke arah sistem pertahanan udara Tiongkok mencerminkan terkikisnya kepercayaan terhadap keandalan Rusia,” kata sebuah laporan dari Hudson Institute.
“Beijing menawarkan sistem yang lengkap dan siap pakai dengan persyaratan keuangan yang fleksibel, sesuatu yang tidak dapat ditandingi Moskow,” ujarnya.
