Set ketiga, pelatih Reidel Toiran tetap mempertahankan komposisi pemain pelapis. Pertandingan sempat memanas saat kedua tim saling kejar angka dari 10-10 hingga 12-12. Garuda Jaya bahkan sempat mencicipi keunggulan 10-8.
Namun, Bhayangkara Presisi kembali ke “setelan awal” dengan serangan yang lebih terorganisir, membuat mereka melesat 18-14. Meski para pemain muda Garuda Jaya pantang menyerah, kematangan Alvin Daniel dkk tak terbendung. Pertandingan berakhir dengan skor 25-16 untuk kemenangan mutlak Jakarta Bhayangkara
Keputusan Reidel Toiran menurunkan pemain cadangan terbukti efektif untuk menjaga kebugaran tim utama sekaligus memberikan jam terbang. Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya yang dihuni talenta muda masa depan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam menjaga konsistensi saat menghadapi tekanan mental dari tim papan atas.
Usai laga pelatih Garuda, Jaya Nur Widayanto mengakui pemainnya tidak stabil, “Pemain kami terdiri dari pemain-pemain muda, dan selalu tidak stabil,” ucapnya.
