Durasi berbuka pun dibatasi maksimal 10 menit setelah azan maghrib. Setelah itu, aturan larangan makan dan minum di dalam bus kembali berlaku seperti biasa.
Penumpang juga disarankan membeli makanan terlebih dahulu di area ritel atau tenant yang tersedia di halte sebelum menaiki bus. Kesadaran untuk tidak meninggalkan sampah di dalam armada menjadi penekanan utama dalam kebijakan ini.
Dari sisi operasional, tidak ada perubahan layanan selama Ramadan. TransJakarta tetap beroperasi 24 jam penuh di 14 koridor utama untuk menunjang mobilitas warga Ibu Kota, termasuk saat waktu sahur dan berbuka.
Ramadan tahun ini sendiri resmi dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dengan kebijakan ini, perjalanan pulang menjelang maghrib diharapkan tak lagi menjadi dilema bagi penumpang yang ingin berbuka tepat waktu tanpa harus turun dari bus. Ramadan pun bisa dijalani dengan lebih tenang, bahkan di tengah laju kendaraan ibu kota.(Vinolla)

