“Kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah pelastik yang sulit terurai,” ujar Anwar.
Selain di area Sungai Ciliwung, kerja bakti juga dilakukan di seluruh wilayah kecamatan dan kelurahan. Setidaknya terdapat sekitar 250 saluran Penghubung (PHB) yang dikuras Minggu pagi hari ini.
“Saluran PHB ini memegang peran sangat penting dalam sistem drainase kita. Namun, tantangan utama di lapangan adalah banyaknya utilitas di bawah saluran tersebut, seperti kabel serat optik, pipa, dan infrastruktur lainnya yang sering kali menghambat aliran air,” ungkapnya.
Dalam kesempatan sama, Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Santo menambahkan, kerja bakti skala besar dilakukan di Rawajati, Pancoran. Selain, 600 personel dikerahkan, pihaknya juga mengerahkan dua unit ekskavator serta lima unit dump truk untuk mengangkut sendimen sampah dan lumpur di Ciliwung.
“Kami juga dibantu unit-unit truk dari unsur teknis terkait, seperti Sudin Tamhut, Lingkungan Hidup, Bina Marga dan lain sebagainya,” ujar Santo didampingi Kasi Pemeliharaan Sudin SDA Jaksel, Junjung.
