Ia juga menekankan bahwa perayaan ini menjadi ruang kebersamaan lintas komunitas. “Semua warga ada di sini. Bukan orang Tionghoa saja, tapi seluruh masyarakat Jakarta ada disini. Dan ini tidak dipungut bayaran jadi semuanya bisa melihat disini. UMKM juga bisa berjualan di sini. Jadi terima kasih untuk Artha Graha Group dan Artha Graha Peduli yang sudah menyiapkan acara yang sedemikian cantik ini untuk masyarakat Jakarta,” pungkasnya.
Apresiasi serupa disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, yang hadir di sela-sela parade budaya.
“Saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek bagi warga Tionghoa yang merayakan 2577 Kongzili. Menurut saya, ini sangat baik dilakukan. Acara dan pawai di sini juga banyak melibatkan UMKM,” ujarnya.
Harmoni Budaya di Ruang Publik Modern
Mengusung semangat akulturasi, perayaan “Ride to Luck” menghadirkan kolaborasi atraksi barongsai dan tarian naga dengan pertunjukan seni Betawi. Salah satu daya tarik utama adalah penampilan Naga Liong sepanjang 30 meter serta pelepasliaran 9.988 ekor burung pipit sebagai simbol doa dan harapan baik di tahun yang baru.

