Perayaan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bertajuk Jakarta Melting Pot: Harmoni dalam Keberagaman, yang mendorong penguatan toleransi serta pengembangan pariwisata kota berbasis budaya.
Direktur Creative Event Entertainment, Ananta Pribadi, mengatakan tema “Ride to Luck” menjadi simbol perjalanan baru yang penuh optimisme.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat memulai perjalanan baru di tahun ini dengan penuh semangat dan harapan. Kami bangga dapat menampilkan harmoni budaya Tionghoa dan Betawi yang hidup berdampingan di kawasan modern seperti SCBD,” ujarnya.
Tahun ini, perayaan Imlek dan Cap Go Meh terasa semakin istimewa karena beririsan dengan awal bulan suci Ramadan 2026. Momentum tersebut menjadi simbol harmonisasi antarbudaya dan keberagaman agama yang dirajut melalui seni pertunjukan, dekorasi tematik, serta interaksi lintas komunitas.
Sorotan Utama “Ride to Luck”
1. Akulturasi Budaya
Rangkaian pertunjukan barongsai, seni tari, dan musik tradisional Tiongkok dikolaborasikan dengan unsur budaya Betawi. Acara telah berlangsung sejak awal Februari dan mencapai puncaknya pada 16–17 Februari serta 1 Maret 2026 dengan penampilan spesial para performer.

