Terkait kriteria pemilihan atlet, Bambang menjelaskan bahwa prestasi dan kualitas teknik menjadi indikator utama dalam proses seleksi menuju Pelatnas PBSI.
“Prestasi menjadi indikator pertama, kemudian diikuti dengan kualitas teknik. Dalam sistem pertandingan 21 poin yang digunakan saat ini, kualitas teknik menjadi aspek yang sangat krusial. Atlet dengan teknik dasar yang kurang memadai akan sulit dikembangkan secara optimal, terlebih jika hanya mengandalkan kekuatan fisik,” tutup Bambang.
Berdasarkan hasil akhir Seleksi Nasional PBSI 2026, PB Djarum Kudus menjadi klub dengan perolehan gelar terbanyak dengan meloloskan tiga wakilnya sebagai juara. PB Jaya Raya Jakarta dan Gideon Badminton Academy masing-masing menyumbangkan satu gelar juara.
Berikut hasil pertandingan final Seleksi Nasional PBSI 2026 di masing-masing sektor:
• Ganda Taruna Campuran (GTC) Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia (PB Djarum Kudus) mengalahkan Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica (PB Djarum Kudus) dengan skor 21-18, 21-17.
• Tunggal Taruna Putri (TTI)
Jolin Angelia (PB Djarum Kudus) mengalahkan Wening Arviani Sabrina (Pelatkot Tangsel) dengan skor 21-13, 23-21.
• Tunggal Taruna Putra (TTA)
Denis Azzarya (PB Jaya Raya Jakarta) mengalahkan Izza Al-Faruq Aston Martin (Exist Badminton Club) dengan skor 21-11, 15-21, 21-8.
• Ganda Taruna Putra (GTA)
Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi (Gideon Badminton Academy) mengalahkan Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya) dengan skor 21-19, 21-19.
• Ganda Taruna Putri (GTI)
Halifia Usni Pratiwi/Selsi Josika (PB Djarum Kudus) mengalahkan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri (PB Djarum Kudus) dengan skor 23-21, 19-21, 21-14.
