Panitia turut memperhatikan harmoni dengan lingkungan sekitar. Jadwal pertunjukan Barongsai diatur pada malam hari setelah waktu salat Isya, sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat sekitar yang beragam.
Sejumlah umat mengaku merasakan nuansa berbeda dibanding tahun sebelumnya. Banyaknya lampion membuat suasana terasa lebih sakral dan penuh harapan. Di sisi lain, keterlibatan anak-anak muda dalam pertunjukan seni dinilai membawa energi baru bagi kehidupan klenteng.
Selain perayaan, Imlek tahun ini juga diwarnai kepedulian sosial. Ribuan paket sembako telah disalurkan kepada warga kurang mampu di berbagai titik di Tangerang. Kegiatan berbagi tersebut rencananya akan berlanjut menjelang Ramadan dan Idul Fitri, termasuk agenda sahur bersama sebagai bentuk kebersamaan lintas umat.
Rangkaian acara juga dilengkapi dengan ritual Fang Shen, yakni pelepasan makhluk hidup ke alam bebas sebagai simbol harmoni antara manusia dan lingkungan.
Memasuki Tahun Kuda Api, pengurus klenteng berharap semangat, keberanian, dan energi yang dilambangkan kuda dapat menginspirasi masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan dengan optimisme.

