IPOL.ID – Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, meningkat menjadi 9.000 Kepala Keluarga (KK) akibat meluasnya genangan dari wilayah hulu ke hilir.
Setelah sebelumnya dilaporkan kiriman air dari hulu Sungai Glugu, Sungai Jajar, dan Sungai Tuntang, menyebabkan sungai meluap. Total sementara, sebanyak 5.214 KK terdampak dan satu unit rumah dilaporkan mengalami rusak berat.
“Hingga Senin (16/2/2026) pukul 20.00 WIB, tidak terdapat pengungsian secara terpusat, warga terdampak sebagian besar melakukan evakuasi mandiri ke rumah kerabat terdekat atau ke tempat yang lebih aman,” terang Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (17/2).
Meluasnya banjir terjadi seiring pergerakan debit air kiriman dari hulu yang berangsur menuju wilayah hilir. Di sejumlah kecamatan bagian hulu, genangan dilaporkan telah surut, sedangkan di wilayah hilir justru mengalami penambahan tinggi muka air.
Secara kronologi kejadian, banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Grobogan pada Minggu (15/2) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2) pukul 05.00 WIB.
