“Sirnas inilah yang menentukan ranking pemain Indonesia. Dari sini kami bisa melihat siapa saja atlet yang benar-benar siap melangkah ke level internasional,” katanya.
Hal istimewa lain pada Sirnas 2026 adalah dibukanya kategori usia dini. Untuk pertama kalinya, PBPI menggelar nomor nasional kelompok usia 14 dan 16 tahun, dengan melibatkan pengurus provinsi di seluruh Indonesia.
“Kami ingin pembinaan dimulai sejak dini. Ada 28 pasangan putra dan sejumlah pasangan putri di kategori usia 14 dan 16. Ini investasi penting menuju masa depan padel Indonesia, termasuk persiapan jika kelak dipertandingkan di Olimpiade,” tutur Galih.
Dukungan dari pemangku kepentingan olahraga nasional turut menguatkan optimisme tersebut. Perwakilan Komite Olimpiade Indonesia, Endri Erawan, menilai saat ini adalah momentum tepat bagi padel Indonesia untuk beralih dari olahraga rekreasi menuju prestasi.
“Padel Indonesia sudah saatnya berprestasi. Selama ini dikenal sebagai olahraga rekreasi, kini dengan PBPI fokus pembinaan, padel bersiap menjadi cabang kompetitif seperti olahraga lainnya. Jika benar dipertandingkan di Asian Games, harapannya Timnas Padel Indonesia bisa ambil bagian,” kata Endri.

