Alih-alih langsung menempuh jalur hukum, kepolisian memilih pendekatan persuasif. Pihak-pihak yang terlibat diminta klarifikasi dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi kegiatan tanpa koordinasi.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi preventif selama Ramadan. Polsek Ploso akan meningkatkan patroli malam hingga dini hari, bekerja sama dengan Polsek Kabuh serta melibatkan perangkat desa untuk memantau titik-titik rawan keramaian.
Arahan serupa juga datang dari Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, yang mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga selama bulan suci.
“Kami akan lakukan patroli gabungan. Silakan beraktivitas selepas sahur, tetapi tetap tertib dan tidak menggunakan sound system berlebihan,” kata Chairuddin.
Selain persoalan perizinan, aparat juga menyoroti adanya aksi joget di tengah konvoi yang dinilai kurang pantas dalam suasana Ramadan. Meski diduga berlangsung spontan, aktivitas tersebut tetap dianggap tidak mencerminkan nilai kesopanan dan kekhusyukan ibadah.

