Kent pun menyoroti minimnya fasilitas penyejuk ruangan di ruang tunggu penumpang.
Menurutnya, kondisi ruang tunggu di Terminal Kalideres masih kurang nyaman, terlebih di tengah cuaca panas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Memang kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup terik. Ini akan jadi perhatian kami ke depannya terkait kebutuhan penyejuk udara,” tukasnya.
Selain itu, Kent menilai masih terdapat potensi penumpukan penumpang di sejumlah titik, seperti area boarding dan loket tiket. Dia mendorong adanya pengaturan antrean lebih tertib serta penambahan petugas untuk mengurai kepadatan.
Kent mengungkapkan, pihaknya membuka peluang untuk merenovasi Terminal Kalideres sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi publik, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik.
Namun dia belum dapat memastikan waktu pelaksanaan renovasi tersebut. Menurutnya, wacana itu bakal dibahas lebih lanjut dalam rapat DPRD DKI Jakarta.
“Terminal ini memang umurnya sudah cukup tua dan memang sudah selayaknya direnovasi agar jadi lebih baik. Ini akan jadi bahan evaluasi kami ke depan. Terminal Kalideres memiliki peran strategis sebagai salah satu simpul transportasi utama di Jakarta Barat, sehingga perlu ditingkatkan jadi lebih representatif, modern, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Ketua IKAL (Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas RI) PPRA Angkatan LXII.
