Selain penguatan armada, ASDP juga menerapkan delaying system di sejumlah titik buffer zone, serta pengaturan arus kendaraan melalui pengalihan jalur menuju pelabuhan.
Dalam skema ini, Pelabuhan Merak diprioritaskan untuk kendaraan penumpang, Ciwandan untuk sepeda motor dan kendaraan barang, serta BBJ Bojonegara untuk kendaraan logistik guna menjaga distribusi kendaraan lebih terkelola.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pengaturan operasional tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menambahkan bahwa optimalisasi layanan juga dilakukan dari sisi fasilitas penumpang di pelabuhan.
“Kami terus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, mulai dari penambahan toilet, penerangan area pelabuhan, layanan customer service 24 jam, hingga fasilitas ramah bagi kelompok rentan seperti jalur difabel, ruang laktasi, serta fasilitas kesehatan,” jelas Windy.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dengan membeli tiket lebih awal melalui kanal resmi Ferizy,
yang telah tersedia sejak H-60 sebelum keberangkatan. “Pastikan sudah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan dan datang sesuai jadwal kedatangan yang tertera pada tiket agar proses penyeberangan dapat berlangsung lebih tertib dan lancar,” tambahnya.

