“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat proses perumusan kebijakan pembangunan Jakarta yang lebih berbasis data dan penelitian, sehingga mampu menjawab tantangan perkotaan secara lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Atika Nur Rahmania, Senin (9/3/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Yuhki Tajima menjelaskan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan institusi akademik dalam menghasilkan kebijakan publik yang lebih kuat.
“Kemitraan ini membuka ruang bagi pengembangan emban kebijakan berbasis riset melalui pendekatan ilmiah dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Yuhki.
Dalam implementasinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyediakan data yang relevan, memfasilitasi koordinasi dan perizinan, serta mendukung pelaksanaan riset.
Sementara, GSAP akan melaksanakan kegiatan penelitian, menyusun laporan dan rekomendasi kebijakan, serta memberikan kontribusi keahlian di bidang akademik, guna mendukung penguatan penelitian di DKI Jakarta.
Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk menjaga independensi akademik dalam setiap proses penelitian guna memastikan integritas metode, analisis, dan hasil riset yang akan dihasilkan.
