Warga setempat, Ati, 53, mengaku melihat seorang pria melewati gang sempit di Jalan Pejaten Raya sekitar satu jam sebelum bayi tersebut ditemukan.
Ati sedang duduk di dalam rumah dengan pintu terbuka. Penglihatannya yang sudah menurun membuat dia tidak melihat dengan jelas wajah pria tersebut.
Namun, dia memastikan pria itu membawa tas belanja berwarna hitam. “Ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas hitam. Sekitar jam 16.30 WIB,” ujar Ati, Kamis (5/3/2026).
Ati sempat mengira pria tersebut adalah kurir yang biasa mengantarkan paket ke rumah tetangganya.
Dia tidak menaruh curiga saat melihat pria berjaket cokelat muda itu melintas menuju ujung gang. Beberapa menit kemudian, pria itu kembali melewati rumah Ati.
Setelahnya, bayi dua hari ditemukan di gerobak nasi uduk Pasar Minggu. Surat dari sang kakak dan kesaksian warga soal pria bertas hitam memunculkan tanda tanya.
Dia baru sadar kejadian tersebut pada keesokan harinya. Dia pun mengaitkan penglihatannya dengan temuan surat yang diduga ditulis oleh bocah berusia 12 tahun.
