Presiden Prabowo Subianto, melalui pernyataan resmi tersebut, menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai mediator apabila kedua pihak yang bertikai menyetujui. Bahkan, Presiden disebut bersedia berkunjung ke Teheran guna memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan.
Nah, pada Selasa (3/3), Menteri Luar Negeri Sugiono kembali menegaskan posisi Indonesia. Usai mendampingi Presiden bertemu sejumlah mantan presiden dan menteri luar negeri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sugiono menekankan urgensi mengembalikan semua pihak ke meja perundingan.
Namun, dalam pernyataan tersebut, tidak terdapat kecaman eksplisit terhadap serangan militer AS–Israel maupun pernyataan belasungkawa atas wafatnya Khamenei. (far)
