Antusiasme para pedagang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada petugas terkait manfaat program, besaran iuran, serta prosedur klaim apabila terjadi risiko kerja. Beberapa pedagang bahkan langsung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pendaftaran sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Ferry Yuniawan menegaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus melakukan pendekatan langsung kepada komunitas pekerja informal melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan layanan terbuka seperti open booth, kunjungan komunitas, maupun kerja sama dengan pengelola pasar.
“Kami ingin memastikan bahwa perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat dirasakan oleh seluruh pekerja tanpa terkecuali, termasuk para pedagang pasar. Dengan semakin banyaknya pekerja yang terlindungi, diharapkan kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat,” kata Ferry.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun berharap semakin banyak pedagang pasar yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial dan terdorong untuk menjadi peserta aktif. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung terciptanya sistem perlindungan sosial yang inklusif bagi seluruh pekerja di Indonesia. (msb/dani)
