Dari sana, Rumiatun mengembangkan kiosnya menjadi titik layanan BRILink Agen sebagai perpanjangan tangan layanan perbankan hingga ke tingkat desa. Alhasil, kini selain tetap menjalankan usaha kios pupuk, ia juga melayani berbagai transaksi keuangan seperti tarik tunai, transfer, hingga pembayaran tagihan. Kehadiran BRILink di kiosnya pun tidak hanya mempermudah akses warga terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi desa menjadi lebih efisien dan inklusif. “Niat saya adalah supaya warga desa tidak perlu jauh-jauh lagi kalau mau tarik uang atau ambil bantuan,” ujar Rumiatun.
Sejak saat itu, berbagai kebutuhan transaksi dapat dilakukan lebih dekat. Warga tidak hanya bisa melakukan tarik tunai dan setor uang, tetapi juga transfer serta pembayaran tagihan. Salah satu layanan yang paling dirasakan oleh masyarakat adalah pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Layaknya mini ATM, Rumiatun bertindak sebagai petugas yang membantu masyarakat penerima bantuan untuk dapat mengecek saldo dan melakukan tarik tunai secara cepat melalui BRILInk Agen. “Pencairan BPNT pun tidak lagi harus dilakukan di kantor cabang, karena melalui AgenBRILink, layanan tersebut tersedia lebih dekat, lebih efisien, dan lebih praktis bagi masyarakat desa,” ucap Rumiatun.
