Dokumen tersebut berisi tujuh instruksi kepada jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menyiapkan sejumlah langkah strategis di dalam negeri apabila eskalasi konflik di Timur Tengah terus meningkat.
Telegram itu juga menginstruksikan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI untuk memerintahkan para atase pertahanan Indonesia di negara-negara yang terdampak konflik untuk mendata dan memetakan kondisi warga negara Indonesia (WNI), serta menyiapkan rencana evakuasi apabila diperlukan.
BAIS diminta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, KBRI dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah. (far)
