Garudayaksa tampil lebih agresif, terorganisir, dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Sejak peluit awal dibunyikan, Garudayaksa langsung menekan pertahanan Bekasi City FC. Peluang pertama datang dari Christian Frydek melalui tendangan bebas, namun masih mampu ditepis oleh kiper lawan, Ikhsan Algiffari.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23 melalui skema bola mati. Everton Nascimento sukses mencetak gol pembuka lewat sundulan keras yang tidak mampu diantisipasi lini pertahanan Bekasi City. Gol ini menjadi titik balik dominasi tuan rumah.
Setelah unggul, Garudayaksa tidak mengendurkan serangan. Meski Bekasi City sempat mencoba bangkit melalui sejumlah peluang dari Renan Alves dan Ezechiel N’Douassel, lini belakang Garudayaksa tampil disiplin dalam mengamankan keunggulan.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Garudayaksa semakin meningkat. Winger berpengalaman Andik Vermansyah menjadi salah satu pemain kunci dengan pergerakan agresif di sisi sayap.
Andik berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui aksi individu yang memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan. Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain Garudayaksa.
