Selain belajar membuat kue, peserta juga diajarkan teknik pengemasan produk agar lebih menarik dan siap dipasarkan. Kue yang telah dibuat kemudian disumbangkan kepada anak-anak di Yayasan Panti Rumah Azaki sebagai bagian dari kegiatan berbagi di bulan Ramadan.
Dalam sesi talkshow bertajuk “Lentera Perempuan Berdaya: Ketika Usaha Kecil Menjadi Cahaya Besar”, dua nasabah Mekaar turut berbagi perjalanan usaha mereka setelah mendapatkan akses permodalan dari PNM. Tati Mulyani, nasabah Mekaar dari Sumedang yang menjalankan usaha sembako, mengaku awalnya bergabung dengan PNM demi membiayai pendidikan anak-anaknya.
“Awalnya saya ingin bergabung karena ingin membiayai anak. Sekarang saya bangga bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan ekonomi keluarga menjadi lebih baik,” ujar Tati.
Hal serupa disampaikan Sri Wahyuningsih, nasabah Mekaar asal Lampung yang menjalankan usaha basreng. Ia mengaku dukungan permodalan dan pendampingan dari PNM membawa perubahan besar bagi kehidupannya.
“PNM bukan hanya memberi saya modal, tetapi juga memperbaiki kehidupan saya sehingga saya mampu bangkit dan menjadi cahaya bagi anak-anak saya,” kata Sri.
