Menurutnya, kegiatan ini juga dilaksanakan secara masif bersama berbagai pihak, termasuk TNI dan kementerian terkait, guna mengantisipasi potensi panic buying di masyarakat.
“Tujuannya tidak lain untuk mengantisipasi panic buying di masyarakat,” katanya.
Dirut Bulog juga memastikan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat aman.
“Kami melaporkan bahwa stok beras nasional sampai hari ini mencapai sekitar 3,9 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi di bulan Maret sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” terangnya.
Dia memperkirakan pada akhir Maret 2026 stok beras nasional dapat mencapai sekitar 4,2 hingga 4,3 juta ton. Dengan target serapan Bulog sebesar 4 juta ton pada tahun ini, total stok beras nasional diproyeksikan bisa melampaui 5 juta ton pada akhir tahun.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama Bulog dan Polri optimistis stabilitas pangan nasional dapat terjaga hingga akhir tahun 2026 serta memastikan masyarakat dapat menyambut Idul Fitri dengan aman dan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok. (Joesvicar Iqbal)
