“KONI mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi Percasi yang terus menggulirkan turnamen untuk melahirkan pecatur hebat. Catur punya potensi besar karena bisa dimainkan oleh semua umur tanpa batasan fisik yang kaku,” kata Tursandi.
Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, yang membuka langsung acara tersebut, memberikan pernyataan emosional. Ia menyebutkan bahwa Ramadhan Cup 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhir di bawah masa kepengurusannya yang akan berakhir pada April mendatang.
“Ramadhan Cup digagas pertama kali tahun 2002. Hanya catur yang bisa dimainkan dengan intens saat Ramadhan tanpa mengganggu ibadah puasa atletnya. Selain prestasi, ini adalah wadah silaturahmi komunitas dan penghobi catur se-Tanah Air,” tutur GM Utut.
Ia juga menitipkan pesan bagi calon pengurus baru nantinya agar tetap menjaga kesinambungan program ini. “Saya berharap pengurus baru Percasi nanti akan terus melanjutkan Ramadhan Cup sebagai agenda tetap,” tambahnya.
Turnamen ini juga menjadi ajang “turun gunung” para pecatur top nasional dan veteran. Nama-nama besar seperti GM Novendra Priasmoro, IM Elroy Tarigan, hingga pecatur veteran legendaris Cerdas Barus dan Ramdani terlihat di antara meja-meja pertandingan.
