IPOL.ID – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Rabu (4/3) memicu fenomena gerakan tanah di Kecamatan Bantargadung. Akibatnya, 114 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan dan ratusan jiwa terpaksa meninggalkan hunian mereka.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, memaparkan hingga Jumat (6/3), tercatat 70 unit rumah mengalami rusak berat, 26 rusak sedang, dan 18 rusak ringan.
“Sementara sembilan rumah lainnya berada dalam kondisi terancam,” ujar Muhari, Sabtu (7/3).
Peristiwa ini melanda dua desa di Kecamatan Bantargadung, yakni Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling. Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak pada 134 kepala keluarga atau sekitar 475 warga.
“Situasi keamanan dan kondisi bangunan yang tidak stabil membuat 120 kepala keluarga atau sekitar 407 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Tak hanya pemukiman, pergerakan tanah juga merusak satu fasilitas pendidikan dan memutus akses jalan di wilayah tersebut.
