Zulhas mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik diduga berkaitan dengan melonjaknya harga bahan baku, yakni bijih plastik yang berasal dari minyak bumi. Kondisi ini dipicu oleh ketidakstabilan global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang berimbas pada harga BBM.
Pemerintah, kata dia, akan segera membahas persoalan ini secara khusus dengan memanggil sejumlah pihak terkait guna mencari solusi dan menstabilkan harga di pasaran.
Sementara itu, para pedagang mengaku kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Berbagai ukuran plastik mengalami kenaikan hingga Rp6.000 per pak. Jika sebelumnya harga plastik berada di kisaran Rp17 ribu per pak, kini naik menjadi sekitar Rp23 ribu.
Kondisi ini memaksa pedagang mengeluarkan biaya tambahan yang tidak sedikit. Di tengah harga bahan pokok yang juga fluktuatif, kenaikan harga plastik semakin menekan margin keuntungan mereka.
Sebagian pedagang bahkan mulai mengurangi penggunaan plastik atau mencari alternatif lain untuk menekan biaya operasional, meski tidak selalu efektif.
