Pejabat itu menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat insiden tersebut. Otoritas Qatar disebut masih menghitung tingkat kerusakan fasilitas yang terdampak.
Kementerian Pertahanan Qatar juga menyatakan sistem pertahanan udara Patriot berhasil mencegat sejumlah rudal Iran. Meski demikian, radar tersebut diduga terkena serangan terpisah.
Radar AN/FPS-132 yang terletak di pangkalan udara Al Udeid—pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah—dibangun pada tahun 2013 dengan biaya sekitar USD1,1 miliar.
Jika klaim kehancuran total ini terkonfirmasi, maka kemampuan peringatan dini militer AS di kawasan Teluk diprediksi akan mengalami penurunan signifikan.
Serangan terhadap fasilitas di Qatar disebut merupakan bagian dari gelombang serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di sedikitnya enam negara Teluk, yakni Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi.
IRGC menyatakan empat pangkalan utama AS menjadi sasaran “serangan rudal intensif”. Iran juga mengklaim sedikitnya 560 personel militer AS tewas atau terluka dalam rangkaian serangan tersebut.
