Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone balasan, serta mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah ditutup secara efektif.
Langkah penutupan ini mengancam stabilitas pasokan energi dunia, mengingat jalur itu merupakan salah satu rute ekspor minyak tersibuk di dunia.
Washington dan Tel Aviv selama ini menuduh Teheran mengembangkan program nuklir dan rudal yang dianggap mengancam keamanan Israel, satu-satunya negara di kawasan yang diyakini memiliki persenjataan nuklir, serta sekutu Amerika Serikat.
Iran membantah tuduhan tersebut dan menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk kepentingan damai, bukan pengembangan senjata. (far)
