“BRI memproyeksikan kebutuhan kas pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026 sebesar Rp25 triliun, menyesuaikan dengan tren transaksi digital yang makin disukai oleh masyarakat. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya pada Ramadan dan Idulfitri 2025 sebesar Rp26,5 triliun, sejalan dengan penurunan transaksi tarik tunai sebesar 3% secara YoY. Meski demikian, kami tetap memastikan ketersediaan kas yang memadai agar kebutuhan transaksi masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan dan Idulfitri 2026,” ujar Hakim.
Adapun serangkaian langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapan BRI dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan uang tunai masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri 2026. Penyediaan likuiditas tersebut juga menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memastikan kelancaran aktivitas ekonomi serta menjaga kualitas layanan perbankan tetap optimal selama periode Ramadan dan Idulfitri.
Keandalan sistem layanan turut menjadi prioritas utama perseroan agar nasabah dapat bertransaksi dengan nyaman dan aman. Seluruh jaringan layanan perbankan BRI, termasuk Super Apps BRImo yang menawarkan lebih dari 100 fitur, dipastikan siap mendukung kebutuhan transaksi nasabah dengan mudah kapan pun diperlukan.
