Menurut Diman, Kelurahan Setu sudah memberikan imbauan kepada pengendara agar kendaraan mobil tidak melintasi jembatan tersebut demi keselamatan warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jembatan Kampung Kramat.
“Ibu Lurah juga komen laporan, gara-gara ditutup sesuai instruksi saya itu. Akhirnya apa, dampaknya sangat padat di Jalan Sumir dan di Jalan Kampung Oyar. Itu sangat padat. Bahkan tadi waktu rekor juga disampaikan lagi, Pak ternyata sangat padat, pak, di jalan Kampung Oya sama Sumir. Padat Saya juga merasakan itu,” tukasnya.
Sebelumnya, jembatan penghubung Jakarta-Bekasi di Jalan Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur akhirnya amblas, Sabtu (28/2/2026).
Sebelumya, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur telah menambal jembatan tersebut dengan aspal dingin dan panas beberapa waktu lalu.
Kini, jembatan itu benar-benar tidak bisa dilalui karena jalannya membentuk lubang besar dengan kedalaman sekitar 1 sampai 2 meter.
Warga dan perangkat pemerintah setempat menutup ajalan tersebut dengan mamalang gunalan bambu panjang.
