Tujuannya adalah supaya tidak ada kendaraan yang terperosok akibat jalan amblas tersebut.
Nur Ikhsan, warga sekitar baru tahu jembatan tersebut amblas pada Sabtu sore ketika akan melintas ngabuburit bersama anak dan istri.
“Kata saya kok ramai-ramai, pas di lihat ternyata sudah amblas jalannya,” kata Nur, Minggu (1/3/2026).
Camat Cipayung mengaku telah memberikan solusi jangka pendek yaitu memberikan plat baja selebar dua meter.
Nantinya, jembatan tersebut hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja supaya tidak semakin parah amblesnya karena dilalui kendaraan mobil.
“Terus yang jalan kecil itu nanti akan dipasang plat baja. Supaya saudara kita yang dari Bekasi itu bisa lewat tadi melalui jalur papasan itu,” tukasnya, Senin (2/3).
Menurut Diman, dirinya sudah berkoordinasi dengan satuan pelaksana Sudin Bina Marga Kecamatan Cipayung untuk segera pemasangan plat baja.
Dia berharap dengan adanya pemasangan plat baja oleh Sudin Bina Marga, arus lalu lintas tak lagi terjadi kemacetan.
“Karena pulang kantor, mudah-mudahan kepadatan di Jalan Sumir sama di Kampung Oyar itu bisa berubah. Imbauan saya kepada warga khususnya pengguna jalan, terutama yang di jembatan Kampung Kramat, sebaiknya untuk jalan motor itu bisa dilalui, tapi untuk mobil sebaiknya pakai alternatif yang lain,” tukasnya. (Joesvicar Iqbal)
