Untuk di Indonesia, Ketua Bamusi DKI Jakarta itu menjelaskan pemerintah dan ormas memiliki perbedaan dasar penghitungan. Ormas Muhammadiyah menganggap saat bulan sabit 0,5 derajat sudah keluar maka hal itu sudah memasuki 1 Syawal 1447 Hijriyah.
“Pemerintah lebih berorientasi pada kemunculan 3 derajat bulan sabit dalam menentukan 1 Syawal 1447 Hijriyah,” katanya.
Untuk diketahui, Jakarta Islamic Canter saat ini masih melakukan Rukyatul Hilal. Hal itu dikatakan Rasyidi merupakan Sunnah Rasulullah dalam menentukan Idulfitri 1447 Hijriyah.
“Di zaman Rosulullah, bulan sabit itu dilihat dengan mata telanjang. Untuk saat ini seiring perkembangan ilmu pengetahuan yang dimulai oleh Turki. Cara melihat bulan sabit tidak lagi dengan mata telanjang,” tandasnya.(sofian)
