“Ini bagian dari upaya bersih-bersih Jakarta dari maraknya PPKS, seperti manusia gerobak yang biasanya meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri,” tandasnya.
Sementara, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan mengaku, pihaknya sudah mengintensifkan pengawasan dan penjangkauan terhadap PPKS selama bulan Ramadan.
Berdasarkan data rekapitulasi penjangkauan yang dilakukan pada 19 hingga awal Maret 2026, sebanyak 30 PPKS berhasil dijangkau dari berbagai lokasi di Jakarta Selatan.
“Bulan Ramadan ini kami intensifkan pengawasan dan penjangkauan terhadap PPKS bersama unsur lainnya di setiap wilayah,” terang Bernard.
Dia menambahkan, PPKS yang dijangkau terdiri dari kelompok gelandangan dan pengemis. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan PPKS dengan kategori terlantar dan penyandang disabilitas mental.
PPKS yang terjaring kemudian didata dan diarahkan ke panti sosial atau diberikan pembinaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing agar tidak kembali ke jalanan. Sedangkan sejumlah gerobak yang digunakan para pengemis dadakan itu saat ini telah diamankan petugas di kantor kecamatan maupun kelurahan setempat. (Joesvicar Iqbal)
