
Selain aksi konservasi, program ini juga dilengkapi pendekatan ilmiah melalui kegiatan monitoring ekosistem. Dalam pengamatan yang dilakukan pada 7 Januari 2026, tim berhasil mengidentifikasi 40 ekor bekantan serta memetakan 27 jenis mangrove di kawasan tersebut. Temuan dari feeding spot juga menunjukkan perilaku unik bekantan yang cenderung individualis, namun akan membentuk kelompok ketika menghadapi ancaman. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan website edukasi yang berfungsi sebagai basis data digital bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan program konservasi oleh pemerintah daerah
Founder AYS Indonesia M. Abrar Putra Siregar, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Telkom melalui program Bumi Berseru Fest. “Kami sangat mengapresiasi Telkom karena hanya segelintir pihak yang memberikan perhatian besar pada isu ini. Program BBF sangat efektif dan strategis karena melibatkan komunitas lokal yang memahami kondisi lingkungan di lapangan,” ujarnya.
Inisiatif konservasi ini sejalan dengan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom melalui program GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar Environment, Save Our Planet yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati dan perlindungan ekosistem. Selain itu, upaya ini juga mendukung pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-14 tentang Kehidupan di Bawah Laut dan tujuan ke-15 tentang Kehidupan di Darat.
