Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa optimalisasi penyaluran KPP merupakan bagian dari strategi perseroan dalam memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Target penyaluran KPP sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026 didukung oleh kekuatan fundamental BRI, mulai dari basis nasabah yang besar hingga jaringan layanan yang menjangkau hingga pelosok Indonesia. Dengan demikian, pembiayaan sektor perumahan, termasuk bagi pelaku UMKM di rantai pasok konstruksi, dapat tersalurkan secara lebih merata dan efektif,” ujar Hery.
Hery menambahkan bahwa penguatan pembiayaan di sektor perumahan tidak hanya berfokus pada sisi konsumsi, tetapi juga pada sisi produksi. Dengan mendukung pelaku usaha bahan bangunan, kontraktor skala kecil, hingga distributor di daerah, KPP diharapkan mampu menciptakan ekosistem perumahan yang berkelanjutan serta meningkatkan daya ungkit ekonomi lokal.
Apresiasi terhadap kinerja BRI juga disampaikan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Ia menegaskan bahwa peran BRI sangat strategis dalam memastikan keberhasilan program perumahan rakyat, termasuk optimalisasi KUR Perumahan/KPP.
