Dari sisi utang, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) juga masih relatif aman di kisaran 40 persen, jauh di bawah batas maksimal 60 persen yang ditetapkan undang-undang. Menurut Juda, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain yang memiliki peringkat kredit setara.
Menurut Juda, kondisi fundamental tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mencapai target menjadi negara maju pada 2045. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$5.000, sementara standar negara maju berada di atas US$13.000 per kapita per tahun.
Ia menyebut, momentum bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga sekitar 2035–2040 harus dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Kalau kita melewatkan periode ini, kita berisiko menjadi negara yang tua sebelum kaya,” kata Juda. Karena itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, bahkan hingga 8 persen, guna menghindari jebakan negara berpendapatan menengah.
