Secara astronomi, gerhana bulan total kali ini dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia dengan perbedaan waktu sesuai zona masing-masing.
Berdasarkan data, fase gerhana total dimulai pukul 18.03 WIB (19.03 WITA/20.03 WIT), dengan puncak gerhana pada 18.33 WIB (19.33 WITA/20.33 WIT). Adapun fase penumbra telah dimulai sejak sore hari dan berakhir menjelang tengah malam.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan masyarakat dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung tanpa alat bantu khusus, selama kondisi cuaca cerah dan tidak tertutup awan tebal.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa gerhana bulan merupakan peristiwa ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga cahaya Matahari ke Bulan terhalang sebagian atau seluruhnya.
Berbeda dengan fenomena astronomi biasa, gerhana bulan dalam tradisi Islam memiliki dimensi ibadah. Di bulan Ramadan, ajakan untuk melaksanakan salat gerhana dinilai semakin relevan sebagai pengingat akan kebesaran Sang Pencipta.
