“Belakangan ini pasti muncul di ingatan adalah All Finals di tunggal putra tahun 2024. Pastinya itu sangat memorable,” sahut Alwi.
“Bukan hanya untuk mereka, untuk tunggal putra tapi juga untuk semua masyarakat Indonesia. Jadi semoga kejadian-kejadian seperti itu bisa terulang lagi,” harap juara Daihatsu Indonesia Masters 2026 itu.
Tak hanya Alwi, Raymond/Joaquin juga merasakan antusias yang sama. Mereka bertekad untuk tidak hanya menjadi penghias undian tapi ingin melangkah sejauh-jauhnya.
“Perasaannya saya sendiri senang banget karena ini kan memang turnamen yang sudah kami kejar dari kecil. Kami pengen merasakan main di sini dan Puji Tuhan sekarang kesampaian. Ini kesempatan yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan,” ungkap Joaquin.
“Pastinya sangat antusias ya di pertandingan ini. Apalagi salah satu cita-cita untuk main di All England,” timpal Raymond.
Tradisi ganda putra Indonesia ke final All England sejak tahun 2017 dijadikan inspirasi bagi mereka untuk tampil baik di sini.
“Kami ingat pertandingan-pertandingan ganda putra Indonesia beberapa tahun belakangan. Senior-senior kami begitu luar biasa kalau tampil di sini. Yang terseru kalau saya partai Kevin/Marcus melawan Fikri/Bagas di semifinal tahun 2022,” ujar Raymond.
