Sejak Revolusi Islam 1979, hanya dua tokoh yang pernah menduduki posisi tersebut, yaitu Ruhollah Khomeini dan Ali Khamenei, yang menjabat selama 37 tahun sejak 1989.
Dalam sistem republik Islam, keberadaan presiden dan parlemen tidak mengurangi dominasi Pemimpin Tertinggi. Struktur ini menjadikan proses suksesi Rahbar sebagai peristiwa politik paling krusial dalam sejarah kontemporer Iran.
Pengaruh Mojtaba disebut semakin menguat pada masa kepresidenan Ebrahim Raisi, sebelum dinamika politik kembali berubah pascakematian Raisi.
Kini, dengan wafatnya Ali Khamenei, perhatian tertuju pada bagaimana Majelis Pakar akan menentukan arah baru kepemimpinan Iran.
Jika terpilih, Mojtaba Khamenei akan melanjutkan tradisi kepemimpinan religius yang memegang kendali penuh atas negara, sebuah model pemerintahan unik yang menempatkan otoritas teologis sebagai pusat kekuasaan politik. (far)
