Di lokasi juga disediakan kursi besi untuk para sopir sekadar duduk menunggu perjalanan ke kota tujuan para penumpang.
Revi menegaskan, ruangan tersebut bisa menampung 40 sampai 50 orang dan dibuka selama 24 jam setiap hari.
“Kami nanti siapkan tempat tidurnya. Karpet, kemudian juga dispenser untuk ngopinya dan persiapan juga. Fasilitas lainnya, nanti kita siapkan juga TV, kemudian kipas angin ya,” tegasnya.
Kemudian, nantinya di terminal bakal didirikan posko kesehatan untuk memudahkan para sopir, kernet dan penumpang memeriksakan tubuhnya saat mengeluh sakit.
Posko itu baru akan didirikan H-10 lebaran Idulfitri berbarengan dengan pemeriksaan seluruh armada bus, sopir dan kernet.
Lalu pihaknya juga menggandeng kepolisian dan TNI untuk bersama-sama melakukan pengamanan di terminal selama mudik ke kampung halaman hingga arus balik lebaran.
“Alhamdulillah, sampai saat ini keamanan di Terminal Kampung Rambutan cukup kondusif ya. Sampai saat ini kita belum mendengar adanya laporan hal-hal yang merugikan penumpang”. (Joesvicar Iqbal)
