IPOL.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar di Jakarta dinilai belum sepenuhnya efektif. Riset yang dilakukan Departemen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia menemukan mayoritas siswa tidak menghabiskan makanan yang disediakan, sehingga memunculkan potensi pemborosan pangan (food waste).
Penelitian yang dipimpin oleh dosen Antropologi FISIP UI, Dian Sulistiawati, dilakukan di lima SD yang tersebar di lima wilayah administrasi DKI Jakarta sepanjang Juni hingga September 2025.
Tim peneliti menggunakan metode observasi langsung dan wawancara terhadap siswa, guru, pengelola sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Badan Gizi Nasional (BGN).
“Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran nyata yang rinci dan mendalam tentang pelaksanaan MBG di beberapa sekolah di DKI Jakarta,” kata Dian mengutip website Fisip UI, Rabu (4/3).
Dalam setiap kunjungan, peneliti mengamati dua hingga tiga kelas selama satu hari penuh.
