Dalam konteks pelaksanaan, banyak menu yang dianggap asing oleh anak-anak, sehingga menurunkan minat konsumsi dan memicu sisa makanan.
Menurut Dian, kebiasaan makan adalah konstruksi budaya yang tidak bisa diubah hanya dengan pemberian makanan.
“Diperlukan proses pembelajaran, edukasi rasa, jenis, dan makna makanan, serta pendekatan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan,” sebutnya.
Pihaknya pun menyarankan agar program MBG disertai proses pembelajaran dan transmisi pengetahuan tentang makanan dan nutrisi oleh para ahli. Selain itu, SPPG dan guru perlu memastikan makanan benar-benar dikonsumsi untuk mencegah terjadinya pemborosan. (far)
