General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, menjelaskan bahwa keputusan penundaan diambil dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, khususnya pada periode arus balik.
“Pergerakan penumpang dan kendaraan logistik di lintasan Bajoe–Kolaka masih cukup tinggi dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir Maret. Kami perlu memastikan seluruh layanan tetap berjalan lancar tanpa gangguan, sehingga pengalihan lintasan ditunda agar tidak mengganggu distribusi logistik maupun mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesiapan fasilitas di Pelabuhan Siwa juga menjadi perhatian utama, termasuk penyempurnaan sarana pendukung serta penyesuaian operasional sebelum lintasan dialihkan sementara.
Seiring dengan rencana pengalihan operasional ke Siwa, manajemen ASDP Cabang Bajoe turut memastikan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pelabuhan. ASDP menyiapkan pemanfaatan area pelabuhan sebagai ruang produktif bagi pelaku UMKM melalui penyediaan lahan yang dapat digunakan untuk melayani pengunjung kawasan wisata Pantai Bajoe, yang tercatat mencapai sekitar 6.000 orang per bulan.
