Sejalan dengan komitmen terhadap komunikasi publik yang terbuka, BRI juga memaparkan kinerja Perseroan hingga Triwulan IV 2025 di hadapan para Pemimpin Redaksi. Penyampaian ini menjadi bagian dari transparansi perusahaan dalam memastikan informasi yang beredar kepada publik telah disampaikan secara utuh. Tercatat, total aset BRI tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp2.135 triliun. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga meningkat 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun. Pada sisi intermediasi, kredit tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun dengan fokus penyaluran kepada segmen UMKM.
“Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir Triwulan IV 2025 BRI berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp57,132 triliun,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Hery pun menegaskan bahwa komitmen BRI dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga lewat pemberdayaan berkelanjutan. Hingga akhir 2025, BRI telah membina lebih dari 5 ribu Desa BRILiaN, mengembangkan 42 ribu klaster usaha melalui program KlasterkuHidupku, memfasilitasi lebih dari 14,9 juta pelaku UMKM melalui platform LinkUMKM, serta membina 54 Rumah BUMN dengan lebih dari 18 ribu pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di seluruh Indonesia.
