Ia menambahkan bahwa keterlibatan konsumen dalam proses rekomendasi panti asuhan memperkuat aspek tata kelola (governance) yang inklusif dan transparan. “Kami melibatkan publik agar program ini benar-benar tepat sasaran dan menjadi gerakan bersama, bukan hanya inisiatif perusahaan,” lanjutnya.
Dari perspektif komunikasi dan reputasi perusahaan, Sharp Bersedekah juga menjadi bagian dari penguatan nilai sosial perusahaan di mata pemangku kepentingan. Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa kampanye ini dirancang sebagai jembatan antara teknologi, empati, dan partisipasi publik.
“Melalui #KebaikanBerantai, kami ingin mengubah interaksi digital menjadi dampak sosial yang nyata. Media sosial tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menyebarkan kepedulian. Ini adalah bentuk komitmen ESG kami yang terintegrasi, di mana nilai sosial dan lingkungan menjadi bagian dari narasi merek Sharp,” ujar Pandu.
Sharp memandang bahwa keberlanjutan bukan hanya soal efisiensi energi atau inovasi produk ramah lingkungan, tetapi juga tentang membangun generasi masa depan yang memiliki kepedulian sosial dan kesadaran lingkungan. Dengan menggabungkan edukasi, donasi, dan partisipasi publik, Sharp Bersedekah 2026 menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat menghadirkan dampak sosial yang terukur sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang dengan masyarakat.
