Sebelumnya pada Senin (24/3), Trump menunda ancaman untuk mengebom jaringan listrik dan infrastruktur energi Iran, usai mengklaim telah melakukan pembicaraan produktif dengan para pejabat Iran.
Trump mengatakan pembicaraan tersebut dilakukan dengan orang penting tetapi bukan pemimpin tertinggi negara itu. Iran membantah klaim Trump.
Sejumlah laporan menunjukkan bahwa orang yang dihubungi pemerintah Trump adalah Ghalibaf, yang merupakan salah satu tokoh non-ulama paling terkemuka di Teheran.
Ghalibaf sendiri telah membantah adanya negosiasi dengan AS. Dalam unggahan di X, Ghalibaf menyebut klaim negosiasi dengan Iran itu sebagai “berita palsu” yang dimaksudkan untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak, serta menghindari jebakan yang dibuat AS dan Israel. (bam)
