Tak lama setelah menuai hujatan, Aghnia menghapus video tersebut dan mengunggah klarifikasi. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
“Dengan segala kerendahan hati, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas konten yang saya unggah dan telah menimbulkan kesalahpahaman,” tulisnya.
Aghnia juga mengaku tidak mengenal Vidi secara pribadi, namun tetap merasa kehilangan atas sosok yang dinilainya membawa energi positif bagi banyak orang. Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyinggung atau memanfaatkan kondisi siapa pun.
Lebih lanjut, ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas kesalahan tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya di masa mendatang.
Kasus ini kembali membuka diskusi soal etika dalam pembuatan konten digital, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti kesehatan hingga kehidupan pribadi seseorang. Penggunaan materi yang mengandung unsur emosional untuk kepentingan promosi dinilai perlu mempertimbangkan aspek empati dan kepatutan.
