Ia mengaku tidak berniat merendahkan program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Tapi perlu Anda ketahui, dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda SPPG kami akhirnya ditutup oleh Ibu Nanik selaku dari Badan Gizi Nasional. Dan saya pun berterima kasih kepada Bapak Doni Sitorus selaku pengawas BGN.
Hendrik menyebut aksi “nge-dance” tersebut dilakukan spontan di ruang kerjanya dan ia tidak menyangka hal itu akan berbuntut panjang hingga penutupan unit usahanya.
“Mungkin saya merasa kaget, kok permasalahan ini menjadi besar. Emang sih ini kesalahan saya, saya tidak mematuhi protokol. Saya nge-dance itu di ruangan tempat saya, yang benar-benar saya tidak menyangka akan seviral ini,” tuturnya.
Penutupan SPPG tidak hanya berimbas pada dirinya. Sekitar 150 relawan yang selama ini bekerja di dapur MBG tersebut kini terhenti aktivitasnya.
“Cuma Anda harus perlu ketahui, dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda dan laporan Anda kepada BGN Nasional, Ada sekitar 150 relawan yang tidak akan bekerja, Yang tidak akan sekarang produksi. Jadi mungkin inilah dampaknya, mungkin saya terlalu frontal,” katanya. (far)
